Benarkah Burger Termasuk Junk Food?

Burger

Burger – Saat ini sudah banyak sekali jenis-jenis restaurant yang dapat kita temui. Mulai dari yang menyediakan bakery, casual, hingga fast food. Akan tetapi melihat kecondongan masyarakat, biasanya kita lebih memilih untuk pergi ke restaurant fast food. Mengapa, mungkin karena dari segi persiapan makanannya yang begitu cepat. Karena tidak semua orang sempat atau memiliki waktu untuk menunggu.

Kenapa orang lebih memilih fast food:

  • Waktu persiapan makanan terbilang cepat
  • Harga bersahabat
  • Rasa sangat umum, atau bisa dibilang enak
  • Setiap kalangan tertarik untuk mencoba menu baru atau lama

Apa Itu Burger

Pertama-tama kita harus tahu dulu apakah itu burger. Seperti yang kita tahu saat makanan ini adalah gabungan dari roti, salad (sayuran) dan daging giling berupa patty. Kata burger sendiri berasal dari kata Hamburger, yang mana ini berasala dari kota Hamburg, Jerman. Perkembangan hamburger awalnya berupa makanan sejenis steak yang ditemukan dan dibuat di Hamburg. Dengan menggukanan daging sapi khas Hamburg, dan di olah menjadi steak, yang memiliki nilai yang sangat tinggi.

Hingga pada akhirnya para immigran Jerman tiba di Amerika dan menggunakan daging sapi Hamburg untuk membuat sebuah steak. Namun, dengan perkembangannya, untuk meningkatkan atau memudahkan dalam mengkonsumsinya, para penjual Hamburg steak di Amerika membuat sebuah inovasi. Yang mana awalnya di sebut sebagai Hamburg Sandwich. Yang memilik nilai jual terjangkau dan cukup mudah untuk dimakan dimana saja. Nah, konsep ini lah yang menjadi landasan dasar hidangan Burger atau Hamburger pada saat ini, dengan kombinasi roti bun, sayur dan juga daging cincang.

Namun menurut beberapa sumber, daging cincanglah yang menjadi konsep pertama sebelum di bawa dan diolah di kota Hamburg. Konsep ini pertama dilakukan oleh orang-orang Asia. Yang banyak atau sering mengolah daging cincang. Memiliki konsep awal sebagai daging cincang yang berasal dari Asia. Makanan ini lalu menjadi trend orang-orang Eropa melalui jalur perdangan Rusia sebelum masuk ke Jerman. Setelah itu di Jerman sendiri mengolah daging cincang ini menjadi makanan berupa steak.

Bacaan Lainnya

Apakah Burger Termasuk Junk Food?

Untuk mengkategorikan sebuah makan menjadi junk food atau tidaknya, ada baiknya jika kita telusuri dahulu dari bahan dan proses pembuatannya. Dengan kata lain, jika kita mengkategorikan makan sebagai junk food, berarti makanan tersebut memiliki kalori yang sangat tinggi dan kekurangan nutrisi. Jika kita sering mengkonsumsi junk food, tidak lain akan berdampak pada kesehatan kita sendiri. Salah satunya adalah obesitas. Dan mungkin beberapa jenis penyakit lain yang dapat timbul dari makan makanan yang kurang nutrisi.

Mungkin saja, dengan pengolahan yang tidak cukup baik terhadap bahan makanannya. Yang mengakibatkan hilangnya kandungan-kandungan baik pada bahan makanan tersebut. Dan juga, pemilihan grade dari bahan makanan itu sendiri. Yang mungkin dipangkas, karena seperti yang kita tahu bahwa junk food memiliki harga terjangkau.

Banyak orang berpendapat bahwa, burger bisa masuk dalam kategori junk food dan juga bisa masuk dalam kategori makanan sehat.

Junk Food atau Makanan Sehat

Seperti yang kita bahas sebelumnya, mengkategorikannya bisa kita bilang cukup mudah. Mulai dari bahan-bahan dan cara pengolahannya. Mari kita lihat beberapa komponen dari burger itu sendiri.

Patty

Patty adalah sebuah protein, yang bisa kita dapatkan dari daging. Namun, jika kita memasaknya dengan minyak lebih dan memproses dengan berlebih, hal yang terjadi adalah dalam patty tersebut akan memiliki banyak kandungan lemak.

Bun atau Roti Burger

Sebagian besar burger disajikan dengan roti putih. Akan tetapi saat menyajikan burger, biasanya bun ini akan dimasak menggunakan minyak bekas memasak patty tersebut. Yang juga mengakibatkan bun ini menjadi tidak sehat. Karena juga pembuatan bun sendiri melalui proses yang berlebih, sehingga tidak ada kandungan nutrisi lagi dan hanya tersisa karbohidrat.

Sayuran

Pada dasarnya sayuran memiliki potensi nutrisi yang cukup tinggi. Tinggal bagaimana lagi memproses dan menyimpannya. Kami sangat merekomendasikan penggunaan sayuran segar, dan hindari penggunaan sayuran beku. Yang mana akan mengakibatkan hilangnya nutrisi pada sayuran, bahkan sebelum diproses.

Komponen yang Dapat Membuat Burger Sebagai Junk Food:

  • Lemak : Kandungan lemak trans dalam burger yan gkita konsumsi harus dalam batas wajar. Dan kebanyakan junk food memiliki kadar yang lebih tinggi dan juga memiliki kandungan bersifat buruk lainnya.
  • Kalori : Dalam burger sendiri memiliki kalori yang sangat tinggi. Belum lagi jika kita konsumsi bersama kentang goreng.
  • Tidak hanya daging : Dalam junk food, kandungan daging tidaklah 100% murni daging. Namun juga ada beberapa campuran lainnya yang tidak kita perlukan. Yang mana membuat daging itu sendiri menjadi tak sehat.
  • Saus : Menggunakan saus memang menambah rasa yan glezat. Namun dibalik saus sendiri memiliki kandungan gula, lemak dan kalori yan gsangat tinggi.
  • Bahan aditif atau tambahan : Dalam pengolahannya dari industry makanan junk food memiliki bermacam-macam zat tambahan atau aditif. Bahan ini dipakai untuk mempengaruhi bentuk khusus terhadap bahan makanan, aroma, rasa dan juga untuk pengawetannya.

Penutup

Beberapa komponen yanng kita sebutkan adalah sebuah dasar bagaimana burger bisa masuk kategori junk food. Dan jika kalian menginginkan burger yang sehat, coba lakukan pengolahan yang baik dan pemilihan bahan yang baik pula. Dari sebuah restaurantpun, olahan burger juga belum tentu sehat atau tidak sehat.

Bagi kalian yang menginginkan burger yang sehat pun juga bisa. Kalian bisa lakukan dengan cara membuat sendiri dan menghindari restaurant yang berlabel junk food. Hal ini tentu perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan kita sendiri ya gais. Nah, seperti itulah pembahasan kita kali ini, jika kalian memiliki ide atau opini, silahkan share pada kolom komentar ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *